Tahap Perencanaan Survei | Research Design Methods

You are here:
Home » Article, Research Design » Tahap Perencanaan Survei

Tahap Perencanaan Survei

 

Sebuah survei yang baik dimulai dari membuat perencanaan yang baik. Meskipun membuat perencanaan merupakan tahap yang penting namun sering kali kita kurang mempersiapkan tahap ini sehingga ketika menemukan hambatan pada saat pelaksanaan kita menjadi kurang siap. Oleh karena itu pada bagian ini kita akan membahas apa saja yang perlu disiapkan sebelum melakukan survei.
Tahap perencanaan survei dimulai dari menetapkan tujuan dan ruang lingkup survei, termasuk populasi sasaran. Setelah mendapatkan definisi yang jelas mengenai tujuan survei dan siapa yang menjadi populasi sasaran, kita lalu menentukan sampel untuk survei (dari populasi tersebut). Langkah berikutnya adalah mempersiapkan instrumen-instrumen untuk survei yang terdiri dari kuesioner, research tools, dokumen-dokumen administrasi, dan gift. Terakhir yang tidak kalah penting adalah mempersiapkan tenaga lapangan.

Research tools
Research tools merupakan sekumpulan benda yang dibutuhkan untuk melaksanakan survei, dimana jika alat-alat tersebut tidak ada maka survei tidak dapat dilakukan. Research tools ini biasanya terdiri dari kartu-kartu bantu, kartu responden, blanko peta lokasi survei, random grid dan alat-alat peraga.
1.    Kartu Bantu
Beberapa pertanyaan mungkin agak susah dipahami oleh responden sehingga peneliti perlu mempersiapkan kartu bantu yaitu sejenis kartu yang berisi skala atau pilihan jawaban yang nanti ditunjukan kepada responden.

Kartu Bantu

2.    Kartu Responden
Karu responden adalah sejenis kartu yang digunakan sebagai bukti bahwa responden tersebut sudah mengikuti survei. Berikut ini contoh kartu responden.

Cara pengisian kartu responden:
–    Bagian ①kartu ucapan terima kasih disimpan oleh responden
–    Bagian ② yaitu kartu yang disimpan oleh backchecker  dan dilengkapi dengan tanda tanga responden (jika nanti akan dilakukan back-checking, jika tidak dilakukan back-checking bagian ini disimpan oleh responden).
–    Bagian ③ yaitu kartu tanda wawancara disimpan oleh interviewer setelah wawancara selesai dan dilengkapi juga dengan tanda tangan responden.
–    Bagian ④ yaitu kartu tanda responden yang disertakan bersama kuesioner.

3.    Blanko Peta Lokasi Survei
Blanko ini berisi gambaran wilayah/ lokasi dari sampel. Biasanya blanko ini dilengkapi dengan nama riset, perusahaan/individu yang melakukan riset, nomor Primary Sampling Unit (PSU), nama kelurahan/desa, dan RT/RW dimana responden tinggal. PSU adalah data pada level paling bawah yang dimiliki oleh peneliti. Misalnya peneliti hanya memiliki data untuk kelurahan saja.

Blanko Peta Lokasi

Cara membuat peta lokasi:
–    Lakukan pendataan di tingkat RT tersebut. Cari tahu ada berapa Unit Tempat Kediaman (UTK), misalnya UTK adalah rumah tangga.
–    Buat peta lokasi lingkungan tersebu dimulai dari rumah kepala RT atau pimpinan masyarakat. Peta jalan dan bangunan harus sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
–    Pemilihan rumah tangga adalah setiap kelipatan k, dimana k adalah jumlah UTK di RT tersebut dibagi dengan jumlah sampel rumah tangga yang harus diambil dari RT tersebut.
–    Beri tanda nomor pada UTK-UTK yang terpilih menjadi sampel sesuai dengan urutan kedatangan. Aturan pemilihan UTK ini akan dibahas di bab berikutnya mengenai house-to-house interview.

4.    Random Grid
Random grid merupakan sebuah tabel bantu yang digunakan untuk memilih dan mencatat lokasi mana yang dipilih untuk diambil sampel. Ambil contoh kita ingin meneliti konsumen mie instant di kelurahan Jati Padang. Dari data yang diperoleh di kelurahan Jati Padang terdapat 10 RW. Dari kolom nomor kita lingkari nomor 10 lalu tarik garis horizontal. Nomor PSU berada pada interval 1 sampai 10, kemudian secara acak terpilih angka 4. Pemilihan ini sudah dilakukan oleh research executive sebelumnya. Dari angka 4 di kolom angka random tarik garis vertikal hingga nanti bertemu dengan garis horizontal yang kita tarik tadi. Akhirnya diperoleh angka 2 yaitu RW 2 yang menjadi lokasi dimana sampel akan diambil. Setelah mendapatkan lokasi RW kemudian kita menentukan RT mana yang akan dipilih. Misalnya di RW 2 terdapat 12 RT. Sama seperti ketika memilih RW kita tarik garis horizontal dari angka 12. Lalu tarik garis vertikal dari angka 8 yang merupakan perolehan dari sistem acak. Hasil akhirnya diperoleh RT 9. Jadi penilitian kita akan mengambil sampel rumah tangga di RT 9, RW 2, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu. Setelah memperoleh lokasi kemudian kita menuju lapangan dan mengisi blanko peta lokasi.

Random Grid

5.    Alat Peraga
Beberapa pertanyaan dan pilihan jawabannya mungkin sulit dipahami oleh responden. Oleh karena itu untuk pertanyaan yang abstrak akan lebih baik jika disertai dengan alat peraga. Misalnya untuk menanyakan apakah konsumer sudah puas dengan layanan yang disediakan oleh provider telekomunikasi kita dapat menggunakan alat peraga yang menunjukan tingkat kepuasan tersebut seperti di bawah ini.

Contoh ALat Peraga

Posted by Tags: , 0 Responses
     

Comments are closed.

Nov
18
2015